Selasa, 18 Mei 2010

Kaitan Antara Tidur Dan Kecerdasan Anak

from : seputarduniaanak.blogspot.com

Membaca judul diatas, jangan terus berpikir anak yang cukup tidurnya terus jadi cerdas ya? Memang tidak ada pengaruh langsung antara tidur dengan kecerdasan anak. Maksudnya, tidur anak yang cukup tidak lantas membuat anak jadi cerdas. Yang benar adalah, ketika anak cukup tidur akan membuat phisik dan mental anak menjadi lebih kondusif. Nah, kondisi inilah yang sangat berpengaruh pada kecerdasan anak.



Tidur merupakan aktifitas alami untuk pemulihan stamina. Tidur juga diyakini membawa pengaruh pada perkembangan kesehatan jiwa orang yang bersangkutan. Bahkan, kualitas tidur memiliki peran penting pada kondisi perkembangan kesehatan jiwa anak. Disamping itu juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.


Coba perhatikan si kecil! Ketika si kecil letih/lelah, energinya mulai berkurang setelah beraktifitas, anak akan menjadi rewel bukan? Dengan kondisi/keadaan seperti ini, anak tidak akan konsentrasi dalam beraktifitas. Inilah saat yang tepat bagi si kecil untuk tidur. Setelah tidurnya cukup, anak akan segar, kembali beraktifitas, mengeksplorasi dengan segala kegiatannya, juga belajar dari sekitarnya. Jadi bisa disimpulkan, bahwa tidur sangat mendukung perkembangan kecerdasan anak.


Berdasarkan penelitian, selama tidur semua sel tubuh, termasuk sel otot, hati, ginjal, tulang sumsum, dan sel otak, mengalami pemulihan. Bermodalkan tubuh yang bugar inilah anak diasumsikan akan lebih semangat melakukan sesuatu. Apalagi didukung oleh otak yang berfungsi dengan baik. Selain itu, hormon-hormon pun lebih aktif diproduksi ketika tidur. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja otak dan melancarkan pengangkutan asam amino dari darah ke otak. Dengan demikian, sel-sel saraf semakin berkemungkinan memiliki pengetahuan yang permanen sifatnya.


Penelitian yang dilansir di London pada 1998 mengungkapkan bahwa bayi yang banyak tidurperkembangan otaknya akan optimal. Karena aktivitas tidur merupakan salah satu stimulus bagi proses tumbuh kembang otak. Hal ini bisa dimengerti karena 75 persen hormon pertumbuhan diproduksi saat anak tidur. Hormon pertumbuhan inilah yang bertugas merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan. Selain itu, hormon pertumbuhan juga memungkinkan tubuh memperbaiki dan memperbarui seluruh sel dalam tubuh, dari sel kulit, sel darah, sampai sel saraf otak. Nah, proses pembaruan sel ini akan berlangsung lebih cepat kalau si bayi sering terlelap.


Secara garis besar, bayi jadi lebih cerdas apabila kebutuhan tidurnya tercukupi. Jadi, ketika si kecil tidur pulas, hendaknya jangan diganggu jika ingin anak tumbuh cerdas.


Bukan hanya untuk si kecil yang masih bayi, untuk anak usia sekolahpun apabila kelelahanmaka aktifitasnya akan terganggu. Misalnya ketika pulang sekolah banyak PR yang harus dikerjakan, ketika anak lelah/capai, sebaiknya segera arahkan agar anak beristirahat, setelah tidur/istirahat yang cukup maka anak akan segar dan bisa kembali beraktifitas. Daripada dipaksakan belajar tapi tidak konsentrasi atau tidak maksimal hasilnya.


Perlu diingat, bukan hanya tidur yang cukup lalu bisa  membuat anak jadi cerdas loh!
Semoga bermanfaat!

0 komentar:

Posting Komentar